Let's Move and Dance With Octo Dancer Family Guys!

Rabu, 30 Januari 2013

Apasih Dance?

Yuhubihubahuba! Hari ini. ebih tepatnya tengah malem ini, eh maksudnya pagi ini *udah jam empat pagi waktu aku nulis post ini*, aku nggak mau cerita tentang yang serem-serem, yang sedih-sedih, yang membuka lembaran kenangan lama dan bikin kamu-aku-kamu jadi nggak bisa move on*lho apasih ya*

So, aku bakal cerita tentang maanfaat dancing. Banyak orang bilang, "Halah oposih dance? Buang-buang waktu, nggak bermanfaat, nggak berguna, bikin nggak belajar.." dan segala rupa cerita paman tentang ternaknya. BUT...! itu adalah persepsi orang yang emang orang sibuk, dan nggak bener-bener paham kenapa bagaimana mengapa dance itu ada. Nggak mungkin sesuatu ada tanpa membawa manfaat. Kalo kata Bu Nunuk, otak kanan dan otak kiri itu harus seimbang. Ada kalanya kita belajar hal teoritis, dan ada kalanya kita belajar hal yang mengandung unsur estetis. Lha nek tiap hari kita udah belajar di sekolah yang hampir 12 jam sendiri, selain jam olahraga, kapan kita bisa olahraga? Sedangkan pembakaran lemak di tubuh itu baru akan mulai dibakar dalam waktu 30 menit kita beroahraga dengan benar. Kalo kita mengabaikan musik, tari, dan olahraga, kasian otak kiri kita. terpaku sama satu hal yang penuh mengandung teori itu kadang bikin otak kita capek di kemudian hari. Dan antisipasinya yang cuma belajar untuk menikmati hidup dengan mengimbanginya dengan hal-hal yang dapat melatih otak kanan juga. Kan bisa to belajar sambil denger musik, sambil bikin koreo dance, sambil senam(?).

Nah, dance itu bisa ngelatih otak kanan dan kiri juga lho guys. Ketika kita harus menghitung tempo lagu buat bikin gerakan, itu pake otak kiri. Ketika kita harus mikirin gerakan apa yang harus badan kita gerakin dengan kreatif, itu pake otak kanan. Ketika kita harus menghafal tap koreo kita pake otak kiri. Ketika kita harus menjaga kekompakan dan nggak mementingkan diri sendiri itu pake otak kanan. So, kesimpulannya adalah, dance juga bisa melatih otak.

Dance juga nggak cuma bisa ngelatih otak lho. Dance juga bermanfaat buat kesehatan. Misalnya aja salsa. Salsa itu bisa ngilangin depresi, terus country dari Skotlandia itu bisa bikin tulang kita memadat sehingga tulang kita jadi kuat, terus tango bisa ngelatih keseimbangan tubuh, oh iya nih buat ibu-ibu yang habis melahirkan baley dance cocok banget buat membakar lemak pada perut, memperkuat otot-otot yang kendur setelah melahirkan, dan tentunya perut bisa jadi ramping lagi ehehe, oh iya baley dance juga bisa mengencangkan otot perut tentunya.

Dance juga bisa membakar kalori lebih mudah lho. Ngedance satu jam bisa membakar hingga 400 kalori. Dan yang menarik lagi nih buat temen-temen yang kayak akuuu *tingting* Bisa bikin tambah tinggi lho. Terutama yang koreonya itu banyak menggunakan kaki. Seperti shuffle dance. Kenapa? Karena salah satu otot terbesar tubuh ada di kaki, dan ketika kaki di beri aksi, otot pada kaki akan memberi reaksi dengan menstimulasi hormon pertumbuhan. That's terrafic!

Nah, kalo udah denger manfaatnya, jadi mikir dua kali kan pasti? Nah, dance juga punya step-step tertentu supaya 'dance' kalian nggak sia-sia, dan kalian bisa dapet manfaat-manfaat yang udah aku tulis tadi. Pokoknya sebelum ngedance, hukumnya WAJIB fardu 'ain pemanasan. Jangan langsung mulai karena itu bisa berbahaya untuk otot. Kalo bahasa kita sih, ototnya ntar ketarik, hahaha.

Terus usahain pake sepatu yang bersol datar yang nggak licin. Pake high-heels sangat tidak dianjurkan sekali. Karena ini bisa berbahaya buat otot pergelangan kaki. Kalo emang koreonya harus pake high-heels, pake aja waktu latian ke 3 atau ke 2 sebelum on stage. Oh iya, sepatu bersol datar juga bisa mempermudah kalian di gerakan sliding dan shuffling. Dengan sepatu bersol datar, gerakan kaki kalian menjadi lebih mudah, dan nggak mudah jatuh, kepleset dan segala sinonimnya.

Kalo kalian pengen tekun dan pengen bisa suatu koreo, kalian harus latihan, latihan, dan latihan. Nggak perlu sering, yang penting rutin. Misalnya seminggu sekali, atau seminggu dua kali, ya pokoknya rutin, dan nikmati aja gerakannya. Jangan terpaku pada hafalan koreo. Nikamati musiknya aja, latih pendengaranmu terhadap musiknya, itu mbantu banget kalo kamu lupa gerakan.

Oh iya, minum susu dan istirahat yang cukup juga bisa mengoptimalkan manfaat-manfaat dance yang tadi itu, terutama menambah tinggi. Dalam masa pertumbuhan kayak gini, nggak usah malu minum susu. Minum susu itu wajib hukumnya dari bayi sampe tua. Karena susu bisa mengembalikan stamina. 4 sehat 5 sempurna. Kalo yang mau tinggi, usahakan minum yang high calsium, yang pengen kurus minum yang low fat, dan yang pengen gemuk, minum susu full cream, meski sedikit, itu bisa membantu. Oh iya terus juga jangan lupa istirahat yang cukup. Setelah ngedance, usahain selalu lap keringan pake handuk bersih. Kalo keringet udah kering, mandi, dan setelahnya usahakan tidur. Inget kita butuh waktu 7-9 jam untuk mengistirahatkan badan kita.

Nah, jadi pada tau kan dance sebenernya itu gimana? Jadi nggak usah malu ngedance. Melatih kepercaan diri lewat dance itu bagus kok. Selain ada manfaatnya buat kita, dance juga bisa menghibur orang lain. Menghibur orang lain dapet pahala kan? Mwihahuahua. Udahan dulu yaaa, daaah. *terbang tertiup angin*

Senin, 28 Januari 2013

I Got A Boy


Nah, kemarin priska sudah belajar koreonya Wonder Girls yang Like This. Sekarang mau coba single cover deh ya. Mau Coba iniiii, ehehehe. Ini talentnya Lolli Allerina. Dia udah banyak ngecover koreo-koreo girlsband-boyband Korea. So, kalo gitu, langsung belajar aja yoooo

He-he


Ini aku sebut, moment terindah.

Hubihubahubaaa! Aku denger dari temen-temen bahwa kita (siswa SMPN 8 YK) harus nge-post tentang kenangan. Duh nanti kalo cerita kenangan jadi susah move on gimana? *eh*

Sebenernya aku nggak punya moment yang aku anggep menarik berhubung memang aku bener-bener nggak doyan mengkritisi hidup terlalu fanatik, biar mengalir tapi jangan dilepas pelajarannya. Kadang, aku suka mikir banyak hal tentang hal yang aku nggak temui dan selalu kontra dengan pendapat para ahli di luar sana, oh i mean tentang karakter manusia dan tentang pendidikan. Bukan maksudnya "ngapa-ngapain", hal itulah yang membuat aku hanya menengok buku kenangan itu untuk hal yang telah merubahku. Ehehehehehehehehe.

Oke, yang pertama mungin aku mau ceritain tentang pelopor berubahnya cara belajarku, dan membuatku mencintai segala sesuatunya tanpa membedakan satu sama lain. Antara pelajaran ini dan itu, antara ekskul ini dan itu. Beliau adalah Bu Dwi Martati. Ibu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang juga dulu jadi wali kelasku. Aku suka banget kalo Bu Dwi lagi ngomong. Anggun, tertata rapih kalimatnya, santai, dan yaaa enak di denger aja hehehe. Beliau pernah bilang, "Jangan hanya belajar dari buku yang kamu bawa berat-berat di tasmu. Kadang buku itu tidak berguna ketika kamu pakai pengalaman orang lain dan tentu pengalamanmu sendiri untuk belajar dan berhasil hidup di dunia". Aku inget terus kalimat ini. Sampai detik ini. Dan karena itulah, aku jadi setuju sama Profesor Yohannes Surya, bahwa fanatisme anak terhadap nilai dan interpretasi 'anak bodoh' seharusnya tidak ada. Nah, ini nih aku punya foto Bu Dwi, cantik ya, ehehehe

Nah, itu tadi satu moment dari kelas tujuh. Next kelas delapan. Di kelas delapan ini aku tambah nggak menemukan apa-apa, ahahaha. Yang aku temukan adalah tugas main, bebas, bercanda, ketawa, nangis, dan... tugas. Tapi, di kelas delapan inilah aku ketemu dengan kelas delapan enam. Di kelas ini lah aku ketemu sama Rofi, Yoga, dan Rafli. Itu menurutku adalah hal mengesankan. Aku ngga pernah ketemu sahabat forever kayak mereka, yang selalu bisa menerima hidup apa adanya dengan tertawa bersama, menyikapi segala hal dengan tawa, selalu bisa membuat orang lain tertawa, dan hal yang belum aku temui di kebanyakan anak seumuran mereka adalah mereka bisa bikin diri mereka sendiri ketawa. Jadi mereka adalah orang-orang yang diutus dewa tertawa untuk menebar tawa di mana-mana, termasuk untuk diri mereka sendiri(?). Dan bermula dari kenal Yoga juga, @FireflyAcoustic bisa kebentuk. Awalnya ini karena kita diajak Laras untuk ikut lomba seni tahunannya Padmanaba yang namanya DedicArt. Dan akhirnya kita juga memutuskan untuk ngajak Kresna dan Mita untuk gabung. Pengalaman sama Firefly yang dari latihannya, yang dari debatnya, yang dari ribut ini-itu, semua adalah pengalaman yang mengesankan untukku.
Dan di  kelas tiga adalah...... OCTO DANCER! Itulah pengalaman pertamaku manage dance crew. Biasanya aku cuma liat crew-ku di pegang sama manager lain, hehehe. Dari awal ada berita tentang kompetisi dance di turnamen JRBL, aku udah excited banget. Tapi begitu tau umurku sudah terlalu tua satu bulan untuk ikut kompetisi itu duh...... berasa macem sepatu, dicobain, udah dites dipake jalan sana-sini, ditawar-tawar harganya, eh tapi nggak jadi dibeli. Dan karena kendala itulah, aku cepet-cepet cari orang yang mau dan emang bisa mengerahkan seluruh tenaganya untuk Bhawara.

Dan akhirnya terkumpulah 10 cumi-cumi inti yang sangat di luar dugaan. Atisya, Fahira, Yacynta, Putri, Tia, Vika, Ifa, Dinda, Isna, dan Naya. Yang berusaha keras menghafal koreo dalam 2 minggu. Yang berusaha menghilangkan masalah internal dan eksternal kalo udah ada di dance room. Yang berusaha tabah dan tegar dengan cobaan diri masing-masing dan tetap fokus. Yang mencoba mengegarkan satu sama lain, menjadi keluarga yang solid, menjadi keluarga yang tak kenal senior atau junior, menjadi keluarga yang tentunya orang-orang di luar sana tidak tau, seberapa kental ikatan kekeluargaan yang telah dibangun. Mengerahkan seluruh usaha, kreatifitas, dan passion di stage. Menyalurkan bakat dan kegemaran sebagai wadah sementara, dan entah kapan wadah sebenarnya akan ada untuk mereka. Dan yang terpenting adalah, merekalah, 10 orang yang aku banggakan. 10 orang yang membuat aku lebih dewasa. 10 orang cumi-cumiku, tempat aku menumpahkan segala yang aku rasakan, tempat aku melihat aku yang dulu ketika aku ada di posisi mereka, tempat aku menumpahkan hobi yang tak tersalurkan selama bertahun-tahun. Dan karena merekalah, aku belajar. Kita terlahir dari ayah dan ibu yang berbeda. Tapi kita diciptakan oleh pencipta yang sama, kita sama-sama diciptakan Tuhan. Dan karena itulah, kita semua, manusia dan segala ciptaan Tuhan di dunia ini, adalah keluarga. Meski berbeda kepercayaan, berbeda jabatan, kaya, miskin, tua muda, balita, dewasa, cacat fisik, cacat mental, orang baik, bahkan mantan narapidana, adalah keluarga yang diciptakan oleh pencipta yang sama, Tuhan. Terimakasih Tuhan.

Dan yang satu lagi hal bahagia bisa jadi anak yang masuk di SMP 8 Yogyakarta adalah mereka. Iya mereka, keluarga Bhawara Hooligans. Baru hari itu (JRBL) aku sadar. Aku punya keluarga yang sangat banyak, yang sangat sangat banyak. Kebersamaan itu kerasa banget. Nggak ada yang namanya kakak kelas, adik kelas, guru, karyawan, semua dalah Bhawara Hooligans. Mengerahkan seluruh jiwa raga untuk mendukung Bhawara dalam keadaan apapun. Kompaknya, ramenya, kreatifnya, joget-jogetnya, nyanyi-nyanyinya, adalah kenangan yang juga nggak bisa aku lupa. Nggak kasih kesempatan supporter lawan untuk bales yel-yel adalah kejutan. Aku kira awalnya sebelum bisa join dan tau se-spektakuler itukah Bhawa Hooligans, aku kira ya kayak supporter sepak bola yang di TV. Tapi ternyata enggak. Kekeluargaannya kerasa banget. Satu lapangan mungin suara Bhawara Hooligas aja yang keras pada waktu itu. Nggak ada kata capek, nggak ada kata nggak dukung. Always love and support Bhawara team. Maka dari itulah aku bangga, menjadi seupil bagian kecil, dari Bhawara Hooligans.


 

Jumat, 25 Januari 2013

My Superman ;;)

Ini dia. Iya. Pria paling super dalam hidupku yang membuat aku tau banyak hal tentang hidup ini*puitis sejenak nggak papa ya, biar agak dramatis, ehehehe* Ini aku lagi belanja bulanan sama papa, beruhung waktu itu mama lagi sakit, hehe. Nah, jadi aku mau nge post tentang Papa. Papaku.

Papa dulu kerja di agen travel lintas Jawa. Sempat jadi wakil kepala, dan memutuskan untuk berhenti bekerja karena banyak hal yang aku sendiri nggak tau. Sampe pada akhirnya, papa mengenalkan aku tentang bagaimana dunia dan bagaimana cara menghadapi masalah di dalamnya. Tiba-tiba taman bawah yang dulu suka di pake duduk-duduk sama Almarhum eyang kakung, ditutup pake bambu-bambu, dan diatasnya di kasih semacam asbes/ seng gitu. Kata mama, itu buat perlihara kambing. What? Kambing? Dan ketika sodara-sodaraku itu datang *Baca: kambing*, rumah mulai berisik sama suara mereka. Tapi aku suka lama-lama hehe. Beruhubung aku nggak suka main ke luar rumah, di rumah aku jadi punya temen, hehehe.

Beberapa minggu kemudian, setelah para kambing-kambing betina melahirkan, beberapa 'bapak-bapak' kambing itu di iket kakinya sama papa dan diboncengin gitu aja. Setelah aku tanya, ternyata mau di jual ke pasar hewan di Prambanan. "Jadi sekarang papa kerja di kantor hewan" besitku *wussssh*.  Kata papa kerja sama binatang itu lebih gampang daripada kerja sama manusia. Itulah kehebatan binatang. Disuruh majikannya nurut, nggak kayak manusia, disuruh majikannya kadang nggak nurut, hehe. Di sana papa nggak cuma dagang kambing, tapi sapi sama ayam juga. Dari situlah aku mulai belajar, kalo aku juga akan hidup menjadi orang dewasa kalo umurku panjang *amin*. Aku juga harus kerja keras, dan aku juga harus bisa bertahan dalam kondisi apapun. Loyal, Profesional. Sekalipun kerjanya jadi blantik yang penting halal. Oh iya. Nggak lupa, aku juga belajar untuk selalu bersyukur atas apa yang udah Tuhan kasih untukku dan keluargaku.

Nah, pasti heran tadi liat papa mainan sama kambing, sapi, sekarang mainan sama gitar. Papaku ini juga jadi salah satu alasan kenapa aku jadi suka musik. Papa dulu waktu masih SMP-SMA (katanya sih) nggk ada yang nggak kenal papa. Papa dulu remaja idaman semua wanita (?). Jago main gitar, pinter, mempesona, cetarmembahanabadaihalilintar(?). Papa alumni SMPN 5 Yogyakarta dan alumni dari SMAN 1 Yogyakarta. Dulu papa itu salah satu muridnya Pak Kusbini. Tau nggak sapa Pak Kusbini? Itu lhoo yang nyiptain lagu Bagimu Negeri. Sanggarnya ada di daerah Pengok sana. Papa jago banget main gitarnya. Alirannya classic, but dialirin ke mana-mana juga tetep oke;;) Papa juga ahli ngitung(menurutku). Bapak lulusan Ekonomi STIE yang sempat ngajar di kampusnya ini, sering bantu anaknya belajar matematika, fisika, pokoknya yang berhubungan dengan aritmetika sosial dan yang ada logika-logikanya biasanya selesainya cepet kalo dibantuin papa, ehehehe.

Segini dulu yaaa, dadaaaaah.


Rabu, 23 Januari 2013

Dear, Soft Baked Chocolate Chip Cookie, I Love You..

Tau nggak dari judul itu, aku mau post tentang apa? Yep. Aku mau post tentang..... bis...... bisa-bisanya ada lagu kayak gini! Aku kenal lagu ini dari Aning. Dan aku jatuh cinta sama lagu ini begitu saja. Ternyata lagu ini bisa bikin adem kalo di dengerin pagi-pagi pas sarapan, sambil minum susu anget, sambil makan biskuit. Dan, aku mau post liriknya. Kalo kalian mau download, kalian bisa download di sini nih . So, ini liriknyaaa...

Dear, Soft Baked Chocolate Chip Cookie, I Love You- Adhiti Sofyan

I want my
Soft-baked chocolate chip cookie
On a time like this it can certainly change my views
I need you
Soft-baked chocolate chip cookie
On a moment like this it can certainly change the world
I set a trip around the globe
See all the beautiful things
You should be seventh wonders of the world
You should be seventh wonders of the world
Give me my
Soft-baked chocolate chip cookie
On a time like this it can certainly set me free
I need you
Soft-baked chocolate chip cookie
On a moment like this it can certainly free the world

Ini Foto Anak-Anak CPAC! (2)